Kali ini saya akan ngepos tentang sinopsi film SHAOLIN GIRL. Filmnya bagus, keren, alur ceritanya menarik dan pemeran wanitanya juga cantik :)
Berhubung saya susah buat jelasin sebuah cerita film lewat tulisan karena menurut saya lebih mudah berbicara langsung daripada lewat tulisan. Sinopsi ini saya ambil dari sebuah situs Kapan Lagi.com
Ok langsung saja, chekidot ^_^
Rin Sakurazara (Kou Shibasaki) adalah seorang gadis Jepang cucu seorang pendekar pemilik sebuah dojo.
Karena didorong keinginannya untuk melanjutkan cita-cita kakeknya, Rin
pun pergi ke negeri Cina untuk memperdalam ilmu bela diri di biara
Shaolin.
Setelah menjalani latihan selama tiga ribu hari di biara
tersebut, Rin yakin bahwa ia akan mampu menjadi seorang guru yang baik.
Sayangnya guru dan rekan-rekannya di biara Shaolin tak sependapat dengan
Rin. Namun toh mereka merelakan juga Rin pulang kembali ke Jepang.
Sesampainya di Jepang, Rin harus menelan kekecewaan saat melihat dojo
milik kakeknya telah ditinggalkan dalam keadaan tak terawat. Para murid
di sana pun tak lagi memegang disiplin perguruan seperti yang diajarkan
kakek Rin.
Namun tekad Rin tak surut. Ia tetap berkeyakinan bahwa ia mampu melanjutkan memimpin dojo milik kakeknya itu. Perjuangan membawa Rin ke sebuah universitas di mana ia kemudian bergabung dengan tim lacrosse
(olahraga semacam hoki namun menggunakan bola) di universitas itu. Rin
bermaksud memperkenalkan ilmu bela diri Shaolin lewat olahraga lacrosse.
Sayangnya usaha mulia Rin ini tak berjalan lancar karena banyak hambatan yang harus dihadapinya untuk kembali membangkitkan dojo kebanggaan kakeknya itu.
Film ini bisa dibilang adalah sekuel dari film SHAOLIN SOCCER
namun dalam versi yang berbeda. Kali ini lokasi tak lagi berada di
negeri Cina namun menyeberang ke negeri Jepang. Olahraga yang digunakan
pun tak lagi sepak bola seperti di SHAOLIN SOCCER.
Sebagai sekuel, bisa dibilang film ini gagal menghidupkan apa yang ada dalam SHAOLIN SOCCER.
Cerita yang tak jelas arahnya serta banyaknya bagian dari cerita yang
bahkan sulit untuk dipahami membuat film ini jadi semakin tak menarik.
Humor-humor yang disajikan pun tak lagi segar seperti saat di SHAOLIN SOCCER. Dan yang paling parah, film ini memilih olahraga lacrosse
sebagai bagian dari jalan ceritanya. Olahraga ini bahkan hampir tak
dikenal dan membuat orang kesulitan untuk mengikuti alur cerita film
ini.
Dan bila Anda termasuk penggemar film kungfu, maka film ini
akan sangat mengecewakan lantaran tak ada yang baru dari koreografi
silat yang ditampilkan. Yang ada hanyalah pengulangan dari film-film
dengan genre yang sama.



0 komentar:
Posting Komentar